The Dreamer. Kumulai segalanya dengan mimpi-mimpi yang kutulis disetiap langkahku. Sampai sekarang bahkan setiap detik yang akan terus berubah setiap aku membaca goresan ini. Mimpi-mimpiku akan tetap ada. Terinspirasi dari lagu PHP_3 Composer jadi kangen untuk mengabadikanya menjadi sebuah tulisan yang kuambil sedikit liriknya sebagai head title (ya setidaknya like usual goresan ini untuk koleksiku sendiri_syukur kalau ada yang baca,,,he). Kenapa harus mimpi? Karena mimpi adalah do’a versiku. Karena mimpi itu adalah motifasi. Seperti bola salju yang akan terus menambah energiku untuk terus menggapai yang menjadi do’aku. Aku jadi ingat kata-kata k’ Ratna ketika kami ngobrol pas nyuci “Dari sepuluh kali setidaknya ada satu” begitu kata beliau yang dikutip juga dari sebuah buku. Bahwa harapan akan terwujud dengan berusaha. Kekeh_&_Do’a.
untuk pertama kalinya menginjakkan kaki di daerah bumi mas tempat dimana kami para anggota baru LPPQ angkatan 2010 (tidak semua untuk yang pertama) dilaksanakan,tepatnya di SDIT (sekolah dasar islam ukhuwah), Dengan mengendarai mobil ber plat kuning milik para sopir "kuning",,hehe kurang lebih 15 menit waktu yang di perlukan untuk sampai ke sana karena letaknya memang tidak terlalu jauh dari kampus,namun cukup jauh jika di tempuh dengan berjalan kaki. Megah,,,,kesan awal ketika kedua lingkar mata ini menangkap sosok tempat itu,,mirip kampus gedung yang di dominasi dengan coklat muda itu telah menyihirku,di tambah ketika kami telah sampai di dalam ruangan tempat acara berlangsung, di lantai 4 ruangan itu di lengkapi dengan 2 AC yang terletak di samping kiri tempat aku dudu,,,ufff,,,,,,Dingin. . Training kader di laksanakan pada tanggal 5-6 maret,oleh para panitia yang juga anggota organisasi ini. Banyak pengalaman yang di dapatkan di sini dan yang paling berkesan iala...
Sore itu, aku bertandang ke kos k' Tutyy, lama tak berkunjungkesana. Hari itu aku sudah sangat lelah, lelah dengan tugas-tugas pengantar final tes yang menggunung dan tugas akhir semester yang merantai. secara berkala aku menghela nafas, hanya di pikiranku saja aku sudah sangat merasa lelah. di tambah lagi tentang kisah ku yang tak indah dimusim semi, hedechh,,,,aku menyebutnya seperti menanti pelangi setelah hujan reda. (harap-harap cemas) Tak mungkin aku dapat menikmati sinar rembulan disiang bolong, karena mentari lebih menawarkan sinar lembutnya, tak kan cukup jika terus menuliskan kisah penggerutuanku, di tambah lagi persediaan anti bodiku mulai menipis, hingga mudah sekali aku terkena firus flu yang sudah berhari-hari bertandang di hidungku. Kembali ke laptop, di kos k' tuty tak banyak berubah, bahkan tak ada. Namun tiba-tiba aku tertarik membaca susunan kata yang tersusun di atas karton menempel di dinding menggunakan tinta hitam. Dinding itu milik k...
Comments
Post a Comment
Terimakasih sudah berkunjung dan meninggalkan pesan